Just another free Blogger theme

Rabu, 24 September 2014


1. Definisi Debat
Istilah debat berasal dari bahasa Inggris, yaitu debate. Istilah tersebut identik dengan istilah sawala yang ebrasal dari bahasa Kawi yang berarti berpegang teguh pada argumen tertentu dalam strategi bertengkar atau beradu pendapat untuk saling mengalahkan atau memenangkan lidah. Jadi, Pengertian dari debat sendiri adalah suatu cara untuk menyampaikan ide secara logika dalam bentuk argumen disertai bukti–bukti yang mendukung kasus dari masing–masing pihak yang berdebat.
Debat di Indonesia sendiri dibagi menjadi dua aliran, yang pertama adalah aliran konvensional atau aliran yang jarang dipakai, dan yang kedua adalah aliran yang mengikuti standar internasional atau aliran yang yang sekarang sedang digalakkan pemakaiannya di Indonesia.

2. Tujuan Debat
Tujuan dari debat sendiri adalah upaya kedua belah pihak yang mencoba membangun suatu kasus dengan didukung oleh argumen–rgumen yang mendukung kasus mereka dimana cara membuat satu argumen yang baik dan benar adalah suatu argumen selalu berdasarkan pada pertanyaan–pertanyaan dasar berupa; Apa (What),Mengapa (Why), Bagaimana (How), dan Kesimpulannya (So What is The conclusion

3. Topik Debat
Topik debat, atau yang biasa disebut motion, adalah suatu permasalahan umum yang terjadi di dalam masyarakat dan diketahui secara global oleh setiap orang. Berikut ini beberapa contoh dari topik yang sering digunakan adalah bahwa
1. debat presiden harus disiarkan di TV
2. rakyat harus mendukung kenaikan BBM
3. sistem PILKADA langsung tidak efektif
4. dll


4. Langkah-langkah Debat
Di dalam melakukan debat kita juga memiliki langkah – langkah yang harus ditempuh di dalam aplikasinya, disini kami akan mengambil satu contoh dari sistim yang biasa digunakan sebagai standar nasional maupun internasional. Adapun sistim ini bernama sistim Australasian Parliamentary System, di mana disini tiap tim mempunyai tiga orang anggota dengan tugas masing – masing, adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
1.      sebelum debat dimulai kedua team akan diberikan kesempatan untuk melakukan suatu proses penyusunan kasus selama 30 menit.
2.      pembicara pertama dari team positif maju kemudian memberikan definisi dari topik yang diberikan kemudian memberikan parameter kasus yang akan dibahas, setelah itu kemudian dia akan menjelaskan bagian – bagian yang akan dibahas oleh pembicara pertama dan kedua, baru setelah itu dia akan membahas kasusnya disertai landasan kasus selama 7 menit.
3.      pembicara pertama dari team negatif maju kedepan kemudian memberikan tanggapan dari topik positif yang diberikan kemudian memberikan parameter kasus yang akan dibahas, setelah itu kemudian dia akan menjelaskan bagian – bagian yang akan dibahas oleh pembicara pertama dan kedua, baru setelah itu dia akan membahas kasusnya disertai landasan kasus selama 7 menit.
4.      pembicara kedua dari team positif maju dan kemudian merespon kasus dari pembicara pertama negatif kemudian dia akan mencoba menghubungkan kasus yang ia bawa dengan kasus pembicara pertama, kemudian dia akan memberikan perpanjangan dari kasus teamnya disertai dengan implementasi dari teamnya selama 7 menit.
5.      pembicara kedua dari team negatif maju dan kemudian merespon kasus dari pembicara pertama dan kedua dari positif kemudian dia akan mencoba menghubungkan kasus yang ia bawa dengan kasus pembicara pertama, kemudian dia akan memberikan perpanjangan dari kasus teamnya disertai dengan implementasi dari teamnya selama 7 menit.
6.      pembicara ketiga dari positif maju dan tugasnya adalah membuat suatu respon terhadap semua kasus dari negatif dan memberikan kesimpulan dari kasus yang dibawakan oleh teamnya. disini seorang pembicara ketiga dilarang untuk membawakan kasus baru selama 7 menit.
7.      pembicara ketiga dari positif maju dan tugasnya adalah membuat suatu respon terhadap semua kasus dari negatif dan memberikan kesimpulan dari kasus yang dibawakan oleh teamnya. disini seorang pembicara ketiga dilarang untuk membawakan kasus baru selama 7 menit.
8.      setelah itu sekarang adalah waktu untuk memberikan pandangan terhadap kasus dari masing – masing  team dimulai dari negatif terlebih dahulu kemudian positif dimana disini yang melakukannya adalah pembicara pertama atau kedua dan yang harus dilakukan disini oleh tiap team selain memberikan pandangan terhadap kasus masing–masing juga memberikan suatu komparasi antara kedua team dan menjelaskan apa – apa saja yang terjadi di dalam debat tersebut serta menunjukkan poin – poin yang menguntungkan dan mendukung kasus mereka selama 5 menit.

5.                  JENIS-JENIS DEBAT

Berdasarkan bentuk maksud dan metodenya debat diklasiikasikan menjadi :

1. Debat Majelis atau Debat Parlementer
Maksud dan tujuan debat majelis adalah untuk memberi dan menambah dukungan bagi undang –undang tertentu dan semua anggota yang ingin menyatakan pandangan dan pendapatnya,berbicara mendukung atau menentang usul tersebut setelah mendapat izin dari majelis. Pembatasan-pembatasan waktu berdebat dapat diatur oleh tindakan parlementer majelis itu.

2. Debat Pemeriksaan Ulangan
Debat ini merupakan suatu bentuk perdebatan yang lebih sulit dan menuntut persiapan yang lebih matang dari pada gaya perdebatan formal.Prosedurnya , adalah sebagai berikut .

a) Pembicara afirmatif yang pertama menyampaikanpidato resminya. Segera setelah itu,dia diperiksa dengan teliti oleh pembicara negatif yang pertama.

b) Setelah tujuh menit pemeriksaan,sang penanya di beri kesempatan selama empat menit untuk menyajikan kepada para pendengar pengakuan-pengakuan apa yang telah diperolehnya dengan pemeriksaan ulang itu. Dia dibatasi pada apa-apa yang telah diperolehnya secara aktual dengan pengakuan-pengakuan itu,dan tidak di perkenankan memperkenalkan fakta-fakta atau argumen-argumen baru.

c) Selanjutnya, anggota pembicara negatif yang kedua mengemukakan kasus negatif,dan seterusnya diteliti ulang oleh pembicara afirmatif yang kedua.teknik ini memang agak sulit dan menuntut keterampilan berbahasa yang tinggi yang ada hubungannya dengan pokok permasalahannya.

Maksud dan tujuan debat ini adalah mengajukan serangkaian pertanyaan yang satu dan lainnya berhubungan erat, yang menyebabkan para individu yang ditanya menunjang posisi yang hendak ditegakan dan di perkokoh oleh sang penanya. Setiap pertanyaan haruslah disampaikan dengan tepat dan jawabanya haruslah singkat, lebih disukai ya atau tidak . batas waktu dari setiap pembicara telah ditetapkan sebelumnya,biasanya 8 -15 menit perorang.

3. Debat Formal
Tujuan debat formal adalah memberi kesempatan bagi dua tim pembicara untuk mengemukakan kepada para pendengar sejumlah argumen yang menunjang atau membantah suatu usul. Setiap pihak diberi jangka waktu yang sama bagi pembicara-pembicara konstruktif dan bantahan.
 
Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar