LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA
“ IDENTIFIKASI LIPID / LEMAK”
OLEH :
NAMA : NOFRIANI SARAGIH
NPM : E1C012037
HARI/ TANGGAL : Senin 8 April 2013
PRODI : PETERNAKAN
DOSE PEMBIBING :Dr.Ir.Yosifenita, MP
CO ASS :Putri Anggraini
LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Lipid
merupakan senyawa yang banyak di jumpai di alam. Senyawa ini dapat
diperoleh dengan jalan mengekstrasi bahan-bahan alam baik
tumbuh-tumbuhan maupun hewan dengan pelarut non polar seperti petroleum
eter, kloroform. Dilihat dari strukturnya senyawa lipid tersusun dari
rantai hidrokarbon yang panjang sehingga senyawa lipid ini tidak larut
dalam air. Senyawa lipid diberi nama berdasarkan sifat fisiknya (
kelarutan ) dari pada secara strruktur kimianya. Secara umum lipid
dibagi menjadi dua golongan besar yaitu “ lipid sederhana “ dan “ lipid
komplek “. Termasuk golongan lipid sederhana adalah senyawa-senyawa yang
yang tidak mempunyai gugus ester dan tidak dapat dihidrolisis. Golongan
ini meliputi steroid. Golongan lipid komplek tersusun oleh
senyawa-senyawa yang mempunyai gugus fungsi ester dan dapat
dihidrolisis. Golongan ini meliputi minyak, lemak, dan lilin.
Minyak/lemak
merupakan lipid terdapat dalam jumlah besar di alam. Kegunaan bahan ini
dalam kehidupan sehari-hari cukup luas seperti bahan penggorengan,
bahan pengencer cat. Dari segi kimia lipid dapat dipandang sebagai
senyawa turunan ester dari gliserol dan asam-asam lemak tinggi.
Steroid
juga termasuk lipid yang banyak dijumpai di alam. Termasuk dalam
golongan steroid diantaranya senyawa-senyawa sterol, sapogenin, dan
hormon. Senyawa ini pada dasarnya mempunyai cincin
siklopenta-perhidrofenantren. Dari senyawa-senyawa steroid, sterol
merupakan senyawa yang paling banyak ditemukan di alam. Pada umumnya
senyawa ini ditemukan dalam bentuk sterol bebas, sterol berikatan dengan
glikosida,atau sterol yang berbentuk ester.
1.2. Tujuan
Percobaan ini bertujuaan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa lipid dan lemak secara kualitatif dan kuantitatif.
BAB II
DASAR TEORI
Lipid
adalah nama suatu golongan senyawa organik yang meliputi sejumlah
senyawa yang terdapat di alam yang semuanya dapat larut dalam
pelarut-pelarut organik tetapi sukar larut atau tidak larut dalam air.
Pelarut organik yang dimaksud adalah pelarut organik nonpolar, seperti
benzen, pentane, dietil eter,dan karbon tetraklorida. Dengan
pelarut-pelarut tersebut lipid dapat diekstraksi dari sel dan jaringan
tumbuhan ataupun hewan.
Lipid adalah senyawa organik yang tidak
larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti
khloroform, eter, benzena, alcohol, aseton, dan karbondisulfid. Lipid
juga merupakan kelompok senyawa beraneka ragam. Lemak dikenal merupakan
salah satu dari senyawa lipid. Adapun yang termasuk senyawa lipid antara
lain kolesterol, steroid, dan terpenoid. (anonim, 2012)
Lipid
berasal dari kata Yunani yang berarti lemak. Secara bahasa lipid
merupakan lemak, sedangkan kalau dilihat dari stukturnya, lipid
merupakan senyawa trimester yang dibentuk dari senyawa gliserol dan
berbagai asam karboksilat rantai panjang. Jadi lemak disusun dari dua
jenis molekul yang lebih kecil yaitu gliserol dan asam lemak. Gliserol
adalah sejenis alkohol yang memiliki tiga karbon yang masing-masing
mengandung sebuah gugus hidroksil. Asam lemak memiliki kerangka karbon
yang panjang, umumnya 16 sampai 18 atom karbon, panjangnya salah satu
ujung asam lemak itu adalah kepala yang terdiri atas suatu gugus
karboksil dan gugus fungsional yang menyebabkan molekul ini disebut asam
lemak, yang berikatan dengan gugus karboksilat itu adalah hidrokarbon
panjang yang disebut ekor, (anonym, 2012)
Lipid di kelompokkan
menjadi dua kelompok, yaitu kelompok lipid sederhana (simple lipids) dan
kelompok lipid kompleks (complex lipid). Lipid sederhana mencakup
senyawa-senyawa yang tidak mudah terhidrolisis oleh larutan asam atau
basa dalam air dan terdiri dari subkelompok-kelompok: steroid,
prostaglandin dan terpena.Lipid kompleks meliputi subkelompok-kelompok
yang mudah terhidrolisis menjadi zat-zat penyusun yang lebih sederhana,
yaitu lilin (waxes) dan gliserida.
Senyawa yang termasuk lipid ini
dapat dibagi dalam beberapa golongan. Bloor membagi lipid dalam tiga
golongan besar yakni : (1) lipid sederhana, yaitu ester asam lemak
dengan berbagai alcohol. (2)Lipid gabungan,yaitu ester asam lemak yang
mempunyai gugus tambahan, contohnya fosfolipid dan serebrosida. (3)
Derivate lipid, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis
lipid, contohnya asam lemak, gliserol dan sterol ( poedjiadi, anna 2009)
Berdasarkan
sifat kimia yang penting, lipid dapat di bagi menjadi dua golongan
besar, yakni lipid yang dapat disabunkan, yakni dapat dihidrolisis
dengan basa, contohnya lemak dan lipid, dan yang tidak dapat di
sabunkan, contohnya steroid, (poedjiadi, anna.2009)
Suatu senyawa
dapat larut dalam pelarut tertentu apabila mempunyai polaritas tertentu
apabila mempunyai polaritas yang sama. Senyawa non polar akan larut
dalam pelarut non polar. Minyak dan lemak merupakan senyawa non polar
sehingga senyawa ini mudah larut dalam pelarut non polar seperti
kloroform, karbon disulfida, karbon tertraklorida , Kelarutan dari
minyak/lemak perlu diketahui untuk menentukan dasar pemilihan pelarut
dalam pengambilan minyak dengan ekstrksi minyak/lemak dari bahan yang
diduga mengandung minyak.
Bilangan iod didefinisikan sebagai jumlah
gram iod yang diikat oleh 100 gram lemak. Besarnya angka iod menunjukan
derajat ketidak jenuhan suatu lemak. Makin tinggi ketidak jenuhan suatu
minyak, makin besar bilangan iod nya. Bilangan iod juga dapat dipakai
untuk menentukan derajat kerusakan minyak karena proses oksidasi,
(poedjiadi, anna, 2009)
Bilangan penyabunan didefinisikan sebagai
jumlah milligram KOH yang diperlukan untuk menyabunan 1 gram
lemak/minyak . bilangan ini juga menyatakan indek berat molekul suatu
minyak. Jika asam lemak yang terdapat dalam minyak mempunyai berat
molekul rendah (rantai pendek) maka jumlah gliseridanya semakin banyak.
Hal ini menyebabkan bilangan penyabunan meningkat, (poedjiadi, anna,
2009)
Bilangan asam didefinisikan banyaknya milligram KOH yang
dibutuhkan menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram
minyak/lemak. Asam-asam lemak bebas ini terdapat dalam minyak karena
proses oksidasi dan hidrolisis enzim selama pengolahan dan penyimpanan
minyak, (poedjiadi, anna, 2009)
Kerusakan lemak/minyak sering
ditandai dengan munculnya perubahan bau dan flavor (cita rasa ) dalam
lemak atau bahan makanan mengandung lemak. Ada beberapa penyebab
kerusakan minyak antara lain karena pengaruh enzim yang merusak lemak,
pengaruh mikroba dan reaksi oksidasi oleh oksigen udara, (poedjiadi,
anna, 2009)
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Alat dan Bahan
• Alat
Tabung reaksi
Batang pengaduk
Pipet ukur 5 ml
Gelas ukur 50 ml
Lampu Bunsen
Spatel
Gelas piala 250 ml
Rak tabung reaksi
Gelas piala 100 ml
Pipet tetes
Pemanas air
Kawat kassa
Penjepit tabung reaksi
Pipet ukur 10 ml
• Bahan
Minyak kelapa
Minyak goreng
Margarine
Chloroform
Alkohol panas
Alcohol dingin
Asam encer
Alkali encer
Asam oleat
3.2. Prosedur kerja
• Uji kelarutan
Sediakan 8 tabung reaksi dan tempatkan dalam rak.
Kedalam masing-masing tabung reaksi dimasukan 2ml eter, kloroform,
alcohol panas, alcohol dingin, asam encer, alkali encer dan air.
Selanjutnya kedalam tiap-tiap tabung reaksi ditambahkan 4-5 tetes minyak kelapa.
Tutup mulut tabung reaksi dengan ibu jari dan kocok lah Selama 1 menit.
Dibiarkan selama 5 menit.
Diamati perubahan yang terjadi dalam tabung reaksi.
• Uji asam-basa
Celupkan kertas lakmus kedalam bahan percobaan
Lihat perubahan yang terjadi
• Uji ketidak jenuhan
Dimasukan kira-kira 1 ml bahan percobaan kedalam tabung reaksi.
Tambahkan kloroform sama banyak.
Dikocok sampai semua bahan melarut.
Tambahkan tetes demi tetes larutan I2 sambil dikocok.
Lihat perubahan dan perbedaan yang teradi antara bahan yang satu dengan bahan yang lainnya.
• Uji noda
Dimasukan 2 ml campuran alcohol eter kedalam tabung bersih dan
tambahkan sedikit ( 2-3 tetes ) bahan percobaan, kemudian dikocok
kuat-kuat sampai semua bahan larut.
Teteskan campuran tersebut pada kertas saring dan dibiarkan pelarut menguap.
Lihatlah noda yang terbentuk.
Cucilah nodanya dengan air.
Keringkan kembali kertasnya, dan perhatikan nodanya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan uji kelarutan
No
Pelarut Jenis Bahan Yang Diuji
Minyak Kelapa Minyak Sawit
Margarine
1 Eter larut larut
2 Kloroform larut larut larut
3 Alcohol panas Tidak larut Tidak larut Tidak larut
4 Alcohol dingin Tidak larut Tidak larut
5 Asam encer Tidak larut Tidak larut Tidak larut
6 Alkali encer Larut Tidak larut Larut
7 Air Tidak larut Tidak larut Tidak larut
Hasil pengamatan uji asam-basah
No Bahan percobaan Asam ( pH<7 )
1 Asam oleat Asam
2 Minyak kelapa Asam
3 Minyak sawit Asam
4 Margarine Asam
Hasil pengamatan uji noda
No
Bahan yang diuji Noda
Kertas saring Kertas tulis
1 Minyak kelapa + ada
2 Minyak sawit + ada
3 Margarine + ada
4.2. Pembahasan
Pada percobaan pertama yaitu uji kelarutan, minyak kelapa, minyak
sawit, asam encer, margarine kelimanya larut dalam kloroform tetapi
pada alcohol panas kelima sampel tidak ada yang larut. Pada alcohol
dingin, hanya mentega dan asam oleat yang larut. Pada asam encer tidak
ada yang dapat larut. Pada alkali encer hanya minyak sawit dan asam
oleat yang tidak larut. Pada air semua jenis bahan yang diuji tidak ada
yang larut.Pada uji asam-basah semua bahan yang diujikan mengandung
asam.
Reaksi yang terjadi adalah reaksi adisi oleh iodium.
Iodium akan memutus ikatan rangkap yang terdapat molekul zat, kemudian
iodium tersebut akan menggantikan posisi dari ikatan rangkap tersebut
melalui reaksi adisi sehingga jumlah ikatan rangkap dalam molekul zat
akan berkurang atau menjadi tidak ada sama sekali (jika teradisi
semuanya oleh iodium). Dengan adanya reaksi ini, maka warna larutan
iodium akan hilang. Selain itu, minyak kelapa juga mengandung asam
kaprilat, asam kaprat, dan asam oleat. Margarin merupakan salah satu
produk makanan konsumsi sehari-hari yang dibuat dengan menggunakan bahan
baku lemak nabati. Margarin dibuat melalui proses hidrogenasi asam
lemak tak jenuh yang bersumber dari tanaman. Margarin adalah emulsi air
dalam minyak yang berbentuk padat. Pada hasil percobaan, minyak, dan
margarine memberikan hasil positif yaitu dengan hilangnya warna larutan
iodium. Hal itu berarti pada ketiga zat itu, terdapat ikatan tak jenuh
(ikatan rangkap) sehingga dengan penambahan larutan iodium, terjadi
reaksi adisi yang menyebabkan hilangnya warna larutan iod.
Pada pengamatan uji noda semua bahan yang disaring menggunakan kertass saring menunjukan hasil positif mempunyai noda.
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Lipid larut dalam pelarut organik yang bersifat nonpolar. Lemak
memiliki ikatan tak jenuh, dan pada percobaan ini, margarine yang
memiliki tingkat ketidakjenuhan paling tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Anonym,2012. Lipid. Http:///Www.Google.Com/Wikipedia.Com//
Anonym,2012. Uji Identifikasi Lipid.Http:///Www.Google.Com//
Poedjiadi, Anna. 2009. Dasar-Dasar Biokimia: Lipid (Hal 51). Jakarta: UI- Press.
Tim Praktikum Biokimia, 2012. Penuntun Praktikum Biokimia. Bengkulu : Laboratorium TP Fakultas Pertanian Unib.
Just another free Blogger theme
0 comments:
Posting Komentar