1. Definisi Debat
Istilah debat berasal
dari bahasa Inggris, yaitu debate. Istilah tersebut identik dengan
istilah sawala yang ebrasal dari bahasa Kawi yang berarti berpegang
teguh pada argumen tertentu dalam strategi bertengkar atau beradu pendapat
untuk saling mengalahkan atau memenangkan lidah. Jadi, Pengertian dari debat sendiri
adalah suatu cara untuk menyampaikan ide secara logika dalam bentuk argumen
disertai bukti–bukti yang mendukung kasus dari masing–masing pihak yang
berdebat.
Debat di Indonesia
sendiri dibagi menjadi dua aliran, yang pertama adalah aliran konvensional atau
aliran yang jarang dipakai, dan yang kedua adalah aliran yang mengikuti standar
internasional atau aliran yang yang sekarang sedang digalakkan pemakaiannya di
Indonesia.
2. Tujuan Debat
Tujuan dari debat
sendiri adalah upaya kedua belah pihak yang mencoba membangun suatu kasus
dengan didukung oleh argumen–rgumen yang mendukung kasus mereka dimana cara
membuat satu argumen yang baik dan benar adalah suatu argumen selalu
berdasarkan pada pertanyaan–pertanyaan dasar berupa; Apa (What),Mengapa
(Why), Bagaimana (How), dan Kesimpulannya (So What is The
conclusion
3. Topik Debat
Topik debat, atau yang biasa disebut motion,
adalah suatu permasalahan umum yang terjadi di dalam masyarakat dan
diketahui secara global oleh setiap orang. Berikut ini beberapa contoh dari
topik yang sering digunakan adalah bahwa
1.
debat presiden harus disiarkan di TV
2.
rakyat harus mendukung kenaikan BBM
3.
sistem PILKADA langsung tidak efektif
4. dll
4. Langkah-langkah Debat
Di dalam melakukan
debat kita juga memiliki langkah – langkah yang harus ditempuh di dalam
aplikasinya, disini kami akan mengambil satu contoh dari sistim yang biasa
digunakan sebagai standar nasional maupun internasional. Adapun sistim ini
bernama sistim Australasian Parliamentary System, di mana disini tiap
tim mempunyai tiga orang anggota dengan tugas masing – masing, adapun langkah –
langkahnya adalah sebagai berikut :
1.
sebelum debat dimulai kedua team akan diberikan
kesempatan untuk melakukan suatu proses penyusunan kasus selama 30 menit.
2.
pembicara pertama dari team positif maju kemudian
memberikan definisi dari topik yang diberikan kemudian memberikan parameter
kasus yang akan dibahas, setelah itu kemudian dia akan menjelaskan bagian –
bagian yang akan dibahas oleh pembicara pertama dan kedua, baru setelah itu dia
akan membahas kasusnya disertai landasan kasus selama 7 menit.
3.
pembicara pertama dari team negatif maju kedepan
kemudian memberikan tanggapan dari topik positif yang diberikan kemudian
memberikan parameter kasus yang akan dibahas, setelah itu kemudian dia akan
menjelaskan bagian – bagian yang akan dibahas oleh pembicara pertama dan kedua,
baru setelah itu dia akan membahas kasusnya disertai landasan kasus selama 7
menit.
4.
pembicara kedua dari team positif maju dan kemudian
merespon kasus dari pembicara pertama negatif kemudian dia akan mencoba
menghubungkan kasus yang ia bawa dengan kasus pembicara pertama, kemudian dia
akan memberikan perpanjangan dari kasus teamnya disertai dengan implementasi dari
teamnya selama 7 menit.
5.
pembicara kedua dari team negatif maju dan kemudian
merespon kasus dari pembicara pertama dan kedua dari positif kemudian dia akan
mencoba menghubungkan kasus yang ia bawa dengan kasus pembicara pertama,
kemudian dia akan memberikan perpanjangan dari kasus teamnya disertai dengan
implementasi dari teamnya selama 7 menit.
6.
pembicara ketiga dari positif maju dan tugasnya adalah
membuat suatu respon terhadap semua kasus dari negatif dan memberikan
kesimpulan dari kasus yang dibawakan oleh teamnya. disini seorang pembicara
ketiga dilarang untuk membawakan kasus baru selama 7 menit.
7.
pembicara ketiga dari positif maju dan tugasnya adalah
membuat suatu respon terhadap semua kasus dari negatif dan memberikan
kesimpulan dari kasus yang dibawakan oleh teamnya. disini seorang pembicara
ketiga dilarang untuk membawakan kasus baru selama 7 menit.
8.
setelah itu sekarang adalah waktu untuk memberikan
pandangan terhadap kasus dari masing – masing team dimulai dari negatif
terlebih dahulu kemudian positif dimana disini yang melakukannya adalah
pembicara pertama atau kedua dan yang harus dilakukan disini oleh tiap team
selain memberikan pandangan terhadap kasus masing–masing juga memberikan suatu
komparasi antara kedua team dan menjelaskan apa – apa saja yang terjadi di
dalam debat tersebut serta menunjukkan poin – poin yang menguntungkan dan
mendukung kasus mereka selama 5 menit.
5.
JENIS-JENIS DEBAT
Berdasarkan bentuk maksud dan metodenya debat diklasiikasikan menjadi :
1. Debat Majelis atau Debat Parlementer
Maksud dan tujuan debat majelis adalah untuk memberi
dan menambah dukungan bagi undang –undang tertentu dan semua anggota yang ingin
menyatakan pandangan dan pendapatnya,berbicara mendukung atau menentang usul
tersebut setelah mendapat izin dari majelis. Pembatasan-pembatasan waktu
berdebat dapat diatur oleh tindakan parlementer majelis itu.
2. Debat Pemeriksaan Ulangan
Debat ini merupakan suatu bentuk perdebatan yang lebih
sulit dan menuntut persiapan yang lebih matang dari pada gaya perdebatan
formal.Prosedurnya , adalah sebagai berikut .
a)
Pembicara afirmatif yang pertama menyampaikanpidato resminya. Segera setelah
itu,dia diperiksa dengan teliti oleh pembicara negatif yang pertama.
b) Setelah tujuh menit pemeriksaan,sang penanya di beri kesempatan selama empat menit untuk menyajikan kepada para pendengar pengakuan-pengakuan apa yang telah diperolehnya dengan pemeriksaan ulang itu. Dia dibatasi pada apa-apa yang telah diperolehnya secara aktual dengan pengakuan-pengakuan itu,dan tidak di perkenankan memperkenalkan fakta-fakta atau argumen-argumen baru.
c) Selanjutnya, anggota pembicara negatif yang kedua mengemukakan kasus negatif,dan seterusnya diteliti ulang oleh pembicara afirmatif yang kedua.teknik ini memang agak sulit dan menuntut keterampilan berbahasa yang tinggi yang ada hubungannya dengan pokok permasalahannya.
Maksud dan tujuan debat ini adalah mengajukan serangkaian pertanyaan yang satu dan lainnya berhubungan erat, yang menyebabkan para individu yang ditanya menunjang posisi yang hendak ditegakan dan di perkokoh oleh sang penanya. Setiap pertanyaan haruslah disampaikan dengan tepat dan jawabanya haruslah singkat, lebih disukai ya atau tidak . batas waktu dari setiap pembicara telah ditetapkan sebelumnya,biasanya 8 -15 menit perorang.
3. Debat Formal
Tujuan debat formal adalah memberi kesempatan bagi dua
tim pembicara untuk mengemukakan kepada para pendengar sejumlah argumen yang
menunjang atau membantah suatu usul. Setiap pihak diberi jangka waktu yang sama
bagi pembicara-pembicara konstruktif dan bantahan.