Just another free Blogger theme

Senin, 27 Januari 2014

Vokal: Jack Marpaung
Nattoari di borngin nai
Rap dope au dohot ho ito
Narap mekkel tung massai sonang
Soada na hurang ito
*
Hape dung sonari hasian
Nungnga borhat ho tu nadao
Marhuta tolu nasoboi elekkonki
Tutano burani…
Hassit nai…dangol nai
Paima hata mi diau…
Naikkon sirang rap ma hape
Ikkon sinirang dihamatean i
Silang mi do hape ito
Tumagon i parsirangan tai
Kembali ke *
Hape dung sonari hasian
Nungnga borhat ho tu nadao
Marhuta tolu nasoboi elekkonki
Tutano burani…
Hassit nai…dangol nai
Paima hata mi diau…
Naikkon sirang rap ma hape
Ikkon sinirang dihamatean i
Silang mi do hape ito
Tumagon i parsirangan tai
 


Ciptaan    :Jack Marpaung

Ndang na tarlupahon au
Ndang na tartinggalhon au
Manang na tudia peau lao ito au lao ito
Ndang tarhatahon au..
Manang na beaha dibagasan rohakkon ale ito, ale ito
*
Digot-got ate-ate diribaki pusu-pusu
Holan marningot ho ito ilumi sai maraburan
Tangis so hasosombobor lao paborhatton au tu nadao
Dinipikki pe ito tung so holing sai ho
Borngin pe arian pe sai tong tuho, sai tong tuho

Reff:
Sugari ma nian songon lali habang au
Taripar laut mandapotton ho, mandapotton ho
Alai pos do rohakki dihata di dokmi paimaonmu

Au ito…
Pos roham dung dapot na dijalahon noroham
Ro doau tibu ito mandapothon ho
Serly…
Sai ingot ma ale ito
Sai ingot ma ale ito
Serly…
Tibu doau mandapothon ho…
Serly…
Molo masihol ho diau…

Serly…
Bereng bulan disi doau

Serly…

Sinirang Ni Hamatean – Amonk Band
cipt.mario sinambela&jack marpaung
Album Rock & Blues Batak Vol.2 Amonk Band

lirik lagu batak:

ai ho do donganki
di na hatcit nang sonang
ho do na mangattusi au
ho do na boi manganju au
 ale-alekki
malala rohakki…. umbege baritami…
naung lao ho marhuta sadai oh… ho…
soboi be hape… songon nauju i…
nasai rap marende rap donganta uju i…
borhat ma ho dongan sapartinaonakki
tu huta na sohaulahani oh… ho…
marsirang ma hape….
au dohot ho dongan
tinggal ma au
rap dohot silangmon dison 2x

Sabtu, 25 Januari 2014

 makalah mengenai mikroskop,
oleh nofriani saragih
universitas jambi

http://www.scribd.com/doc/202139477/makalah-mengenai-mikroskop

baca lebih lengkapa klik dibawah nie
 http://www.scribd.com/doc/202138113/Nofri-Turnip


Kamis, 09 Januari 2014

                                                        LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA
                                                          “ IDENTIFIKASI LIPID / LEMAK”



OLEH :
NAMA        : NOFRIANI SARAGIH
NPM            : E1C012037
HARI/ TANGGAL    : Senin 8 April 2013                      
 PRODI        : PETERNAKAN
DOSE PEMBIBING  :Dr.Ir.Yosifenita, MP
CO ASS        :Putri Anggraini 

LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2013


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.    Latar Belakang
Lipid merupakan senyawa yang banyak di jumpai di alam. Senyawa ini dapat diperoleh dengan jalan mengekstrasi bahan-bahan alam baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan dengan pelarut non polar seperti petroleum eter, kloroform. Dilihat dari strukturnya senyawa lipid tersusun dari rantai hidrokarbon yang panjang sehingga senyawa lipid ini tidak larut dalam air. Senyawa lipid diberi nama berdasarkan sifat fisiknya ( kelarutan ) dari pada secara strruktur kimianya. Secara umum lipid dibagi menjadi dua golongan besar yaitu “ lipid sederhana “ dan “ lipid komplek “. Termasuk golongan lipid sederhana adalah senyawa-senyawa yang yang tidak mempunyai gugus ester dan tidak dapat dihidrolisis. Golongan ini meliputi steroid. Golongan lipid komplek tersusun oleh senyawa-senyawa yang mempunyai gugus fungsi ester dan dapat dihidrolisis. Golongan ini meliputi minyak, lemak,  dan lilin.
Minyak/lemak merupakan lipid terdapat dalam jumlah besar di alam. Kegunaan bahan ini dalam kehidupan sehari-hari cukup luas seperti bahan penggorengan, bahan pengencer cat. Dari segi kimia lipid dapat dipandang sebagai senyawa turunan ester dari gliserol dan asam-asam lemak tinggi.
Steroid juga termasuk lipid yang banyak dijumpai di alam. Termasuk dalam golongan steroid diantaranya senyawa-senyawa  sterol, sapogenin, dan hormon. Senyawa ini pada dasarnya mempunyai cincin siklopenta-perhidrofenantren. Dari senyawa-senyawa steroid, sterol merupakan senyawa yang paling banyak ditemukan di alam. Pada umumnya senyawa ini ditemukan dalam bentuk sterol bebas, sterol berikatan dengan glikosida,atau sterol yang berbentuk ester.

1.2.    Tujuan
Percobaan ini bertujuaan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa lipid dan lemak secara kualitatif dan kuantitatif.


BAB II
DASAR TEORI

Lipid adalah nama suatu golongan senyawa organik yang meliputi sejumlah senyawa yang terdapat di alam yang semuanya dapat larut dalam pelarut-pelarut organik tetapi sukar larut atau tidak larut dalam air. Pelarut organik yang dimaksud adalah pelarut organik nonpolar, seperti benzen, pentane, dietil eter,dan karbon tetraklorida. Dengan pelarut-pelarut tersebut lipid dapat diekstraksi dari sel dan jaringan tumbuhan ataupun hewan.
Lipid adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti khloroform, eter, benzena, alcohol, aseton, dan karbondisulfid. Lipid juga merupakan kelompok senyawa beraneka ragam. Lemak dikenal merupakan salah satu dari senyawa lipid. Adapun yang termasuk senyawa lipid antara lain kolesterol, steroid, dan terpenoid. (anonim, 2012)
Lipid berasal dari kata Yunani yang berarti lemak. Secara bahasa lipid merupakan lemak, sedangkan kalau dilihat dari stukturnya, lipid merupakan senyawa trimester yang dibentuk dari senyawa gliserol dan berbagai asam karboksilat rantai panjang. Jadi lemak disusun dari dua jenis molekul yang lebih kecil yaitu gliserol dan asam lemak. Gliserol adalah sejenis alkohol yang memiliki tiga karbon yang masing-masing mengandung sebuah gugus hidroksil. Asam lemak memiliki kerangka karbon yang panjang, umumnya 16 sampai 18 atom karbon, panjangnya salah satu ujung asam lemak itu adalah kepala yang terdiri atas suatu gugus karboksil dan gugus fungsional yang menyebabkan molekul ini disebut asam lemak, yang berikatan dengan gugus karboksilat itu adalah hidrokarbon panjang yang disebut ekor, (anonym, 2012)
Lipid di kelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok lipid sederhana (simple lipids) dan kelompok lipid kompleks (complex lipid). Lipid sederhana mencakup senyawa-senyawa yang tidak mudah terhidrolisis oleh larutan asam atau basa dalam air dan terdiri dari subkelompok-kelompok: steroid, prostaglandin dan terpena.Lipid kompleks meliputi subkelompok-kelompok yang mudah terhidrolisis menjadi zat-zat penyusun yang lebih sederhana, yaitu lilin (waxes) dan gliserida.
Senyawa yang termasuk lipid ini dapat dibagi dalam beberapa golongan. Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar yakni : (1) lipid sederhana, yaitu ester asam lemak dengan berbagai alcohol. (2)Lipid gabungan,yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan, contohnya fosfolipid dan serebrosida. (3) Derivate lipid, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid, contohnya asam lemak, gliserol dan sterol ( poedjiadi, anna 2009)
Berdasarkan sifat kimia yang penting, lipid dapat di bagi menjadi dua golongan besar, yakni lipid yang dapat disabunkan, yakni dapat dihidrolisis dengan basa, contohnya lemak dan lipid, dan yang tidak dapat di sabunkan, contohnya steroid, (poedjiadi, anna.2009)
Suatu senyawa dapat larut dalam pelarut tertentu apabila mempunyai polaritas tertentu apabila mempunyai polaritas yang sama. Senyawa non polar akan larut dalam pelarut non polar. Minyak dan lemak merupakan senyawa non polar sehingga senyawa ini mudah larut dalam pelarut non polar seperti kloroform, karbon disulfida, karbon tertraklorida , Kelarutan dari minyak/lemak perlu diketahui untuk menentukan dasar pemilihan pelarut dalam pengambilan minyak dengan ekstrksi minyak/lemak dari bahan yang diduga mengandung minyak.
Bilangan iod didefinisikan sebagai jumlah gram iod yang diikat oleh 100 gram lemak. Besarnya angka iod menunjukan derajat ketidak jenuhan suatu lemak. Makin tinggi ketidak jenuhan suatu minyak, makin besar bilangan iod nya. Bilangan iod juga dapat dipakai untuk menentukan derajat kerusakan minyak karena proses oksidasi, (poedjiadi, anna, 2009)
Bilangan penyabunan didefinisikan sebagai jumlah milligram KOH yang diperlukan untuk menyabunan 1 gram lemak/minyak . bilangan ini juga menyatakan indek berat molekul suatu minyak. Jika asam lemak yang terdapat dalam minyak mempunyai berat molekul rendah (rantai pendek) maka jumlah gliseridanya semakin banyak. Hal ini menyebabkan bilangan penyabunan meningkat, (poedjiadi, anna, 2009)
Bilangan asam didefinisikan banyaknya milligram KOH yang dibutuhkan menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram minyak/lemak. Asam-asam lemak bebas ini terdapat dalam minyak karena proses oksidasi dan hidrolisis enzim selama pengolahan dan penyimpanan minyak, (poedjiadi, anna, 2009)
Kerusakan lemak/minyak sering ditandai dengan munculnya perubahan bau dan flavor (cita rasa ) dalam lemak atau bahan makanan mengandung lemak. Ada beberapa penyebab kerusakan minyak antara lain karena pengaruh enzim yang merusak lemak, pengaruh mikroba dan reaksi oksidasi oleh oksigen udara, (poedjiadi, anna, 2009)
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Alat dan Bahan
•    Alat
     Tabung reaksi
    Batang pengaduk
    Pipet ukur 5 ml
    Gelas ukur 50 ml
    Lampu Bunsen
    Spatel
    Gelas piala 250 ml
    Rak tabung reaksi
    Gelas piala 100 ml
    Pipet tetes
    Pemanas air
    Kawat kassa
    Penjepit tabung reaksi
    Pipet ukur 10 ml

•    Bahan
    Minyak kelapa
    Minyak goreng
    Margarine
    Chloroform
    Alkohol panas
    Alcohol dingin
    Asam encer
    Alkali encer
    Asam oleat


3.2. Prosedur kerja
•    Uji kelarutan
    Sediakan 8 tabung reaksi dan tempatkan dalam rak.
    Kedalam masing-masing tabung reaksi dimasukan 2ml eter, kloroform, alcohol panas, alcohol dingin, asam encer, alkali encer dan air.
    Selanjutnya kedalam tiap-tiap tabung reaksi ditambahkan 4-5 tetes minyak kelapa.
    Tutup mulut tabung reaksi dengan ibu jari  dan kocok lah Selama 1 menit.
    Dibiarkan selama 5 menit.
    Diamati perubahan  yang terjadi dalam tabung reaksi.
•    Uji asam-basa
    Celupkan kertas lakmus kedalam bahan percobaan
    Lihat perubahan yang terjadi
•    Uji ketidak jenuhan
    Dimasukan kira-kira 1 ml bahan percobaan kedalam tabung reaksi.
    Tambahkan kloroform sama banyak.
    Dikocok sampai semua bahan melarut.
    Tambahkan tetes demi tetes larutan I2 sambil dikocok.
    Lihat perubahan dan perbedaan yang teradi antara bahan yang satu dengan bahan yang lainnya.
•    Uji noda
    Dimasukan 2 ml campuran alcohol eter kedalam tabung bersih dan tambahkan sedikit ( 2-3 tetes ) bahan percobaan, kemudian dikocok kuat-kuat sampai semua bahan larut.
    Teteskan campuran tersebut pada kertas saring dan dibiarkan pelarut menguap.
    Lihatlah noda yang terbentuk.
    Cucilah nodanya dengan air.
    Keringkan kembali kertasnya, dan perhatikan nodanya.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
    Hasil pengamatan uji kelarutan

No    
Pelarut     Jenis Bahan Yang Diuji
        Minyak Kelapa    Minyak Sawit   
Margarine
1    Eter    larut    larut   
2    Kloroform    larut    larut    larut
3    Alcohol panas    Tidak larut         Tidak larut            Tidak larut
4    Alcohol dingin    Tidak larut        Tidak larut
5    Asam encer    Tidak larut        Tidak larut              Tidak larut
6    Alkali encer    Larut     Tidak larut    Larut
7    Air     Tidak larut         Tidak larut              Tidak larut

    Hasil pengamatan uji asam-basah
No    Bahan percobaan    Asam             ( pH<7 )
1    Asam oleat    Asam
2    Minyak kelapa    Asam
3    Minyak sawit    Asam
4    Margarine    Asam

    Hasil pengamatan uji noda

No    
Bahan yang diuji    Noda
        Kertas saring    Kertas tulis
1    Minyak kelapa    + ada   
2    Minyak sawit    + ada   
3    Margarine    + ada   

4.2. Pembahasan
    Pada percobaan pertama yaitu uji kelarutan, minyak kelapa, minyak sawit, asam encer, margarine kelimanya  larut dalam kloroform  tetapi pada alcohol panas kelima sampel tidak ada yang larut. Pada alcohol dingin, hanya mentega dan asam oleat yang larut. Pada asam encer tidak ada yang dapat larut. Pada alkali encer hanya minyak sawit dan asam oleat yang tidak larut. Pada air semua jenis bahan yang diuji tidak ada yang larut.Pada uji asam-basah semua bahan yang diujikan mengandung asam.
       Reaksi yang terjadi adalah reaksi adisi oleh iodium. Iodium akan memutus ikatan rangkap yang terdapat molekul zat, kemudian iodium tersebut akan menggantikan posisi dari ikatan rangkap tersebut melalui reaksi adisi sehingga jumlah ikatan rangkap dalam molekul zat akan berkurang atau menjadi tidak ada sama sekali (jika teradisi semuanya oleh iodium). Dengan adanya reaksi ini, maka warna larutan iodium akan hilang. Selain itu, minyak kelapa juga mengandung asam kaprilat, asam kaprat, dan asam oleat. Margarin merupakan salah satu produk makanan konsumsi sehari-hari yang dibuat dengan menggunakan bahan baku lemak nabati. Margarin dibuat melalui proses hidrogenasi asam lemak tak jenuh yang bersumber dari tanaman. Margarin adalah emulsi air dalam minyak yang berbentuk padat. Pada hasil percobaan, minyak, dan margarine memberikan hasil positif yaitu dengan hilangnya warna larutan iodium. Hal itu berarti pada ketiga zat itu, terdapat ikatan tak jenuh (ikatan rangkap) sehingga dengan penambahan larutan iodium, terjadi reaksi adisi yang menyebabkan hilangnya warna larutan iod.
Pada pengamatan uji noda semua bahan yang disaring menggunakan kertass saring menunjukan hasil positif mempunyai noda.
   






BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
    Lipid larut dalam pelarut organik yang bersifat nonpolar. Lemak memiliki ikatan tak jenuh, dan pada percobaan ini, margarine yang memiliki tingkat ketidakjenuhan paling tinggi.

















DAFTAR PUSTAKA

Anonym,2012. Lipid. Http:///Www.Google.Com/Wikipedia.Com//
Anonym,2012. Uji  Identifikasi Lipid.Http:///Www.Google.Com//
Poedjiadi, Anna. 2009. Dasar-Dasar Biokimia: Lipid (Hal 51). Jakarta: UI- Press.
Tim Praktikum Biokimia, 2012. Penuntun Praktikum Biokimia. Bengkulu : Laboratorium TP Fakultas Pertanian Unib.